Awas, Salah Memilih Sepatu Lari Bisa Bikin Sakit, Lho!
Mencari sepatu lari bisa sangat melelahkan jika kamu sendiri tidak tahu apa yang dicari. Pasalnya, ada begitu banyak sepatu lari yang beredar di pasaran dengan jenis dan teknologi yang berbeda-beda. Masing-masing sepatu dibuat untuk jenis kaki yang berbeda. Agar tidak salah pilih yang berujung kaki sakit setelah berolahraga, ikuti tips memilih sepatu lari yang tepat ini.
Nyaman dan Aman, Tips Memilih Sepatu Lari yang Tepat
Sebelum memutuskan untuk membeli, ada baiknya jika kamu mencobanya dulu ketika beli di toko secara langsung dan perhatikan detailnya. Pastikan sepatu tersebut nyaman di kaki dan tidak membuat sakit. Namun, jika terpaksa harus membeli secara online, pastikan tokonya memberikan layanan untuk mencoba terlebih dahulu ketika sampai dan ada garansi untuk pengembalian.
Kendati demikian, bagaimanapun cara kamu membelinya, tetap perhatikan tips ini agar tidak salah dalam memilih.
1. Kenali dulu tujuan setiap elemen sepatu lari
Untuk memulai, akan sangat membantu untuk memahami tujuan setiap elemen sepatu lari dan bagaimana perbedaan sekecil apapun dapat mempengaruhi pengalaman kamu. Berikut elemen utama yang perlu diketahui.
-
- Bagian atas yang terbuat dari lapisan kain dan jaring yang dijahit dan direkatkan agar dapat meregang dan menopang di tempat yang tepat. Maka, carilah yang berbentuk serupa kaki dan halus ketika disentuh, serta tidak mengikat atau menyebabkan lecet.
- Bagian ankle collar (kerah pergelangan kaki), ada baiknya jika memperhatikan bagaimana bantalan berinteraksi dengan tulang di sisi pergelangan kaki. Cek juga apakah lekukan di bagian belakang akan mengiritasi tendon achilles kamu jika dipakai.
- Cari bagian tumit yang memungkinkan gerakan pergelangan kaki kamu nyaman.
- Cari bahan sol yang mampu memberikan traksi dan daya tahan tanpa menambah berat atau kekakuan berlebih, dan untuk bentuk tapak yang sesuai dengan kaki. Pastikan sol dapat memberi tingkat stabilitas yang diinginkan di bawah kaki agar nyaman ketika dipakai untuk lari.
2. Kenali jenis kaki
Setiap orang mempunyai tipe kaki yang berbeda. Maka, tidak semua orang akan pas dengan tipe sepatu yang sama. Cara termudah untuk mengetahui jenis kaki kamu ialah memeriksa tinggi lengkung kaki dengan mengikuti “tes basah”. Ialah membasahi kedua kaki kemudian berdiri di atas kantong kertas selama 10 detik. Setelahnya, angkat kaki dan amati jejak yang terbentuk.
- Lengkungan normal (normal arch) memiliki bagian tengah lengkungan yang sedikit terangkat dari tanah saat menahan beban. Lengkungan normal akan mampu menopang berat badan kamu dan mempunyai pronasi normal. Sewaktu berlari, lengkungan ini akan berpengaruh pada gerakan dan pijakannya di tanah. Jika kamu memiliki normal arch, ada baiknya mencari sepatu bertipe semi curved shoes atau neutral cushioning shoes.
- Lengkungan rendah (low arch) biasanya tidak memiliki banyak lekukan di sepanjang bagian dalam kaki. Bahkan hampir terlihat rata atau hanya sedikit sudut lengkungnya. Maka, tidak jarang jika sering disebut sebagai flat foot. Tipe low arch cenderung menciptakan overpronation ketika berjalan atau berlari. Maka, cari sepatu yang mempunyai motion control.
- Lengkungan tinggi (high arch) memiliki lekukan yang sangat mencolok di sepanjang bagian dalam kaki dan pita yang sangat tipis menghubungkan antara tumit dengan jari kaki. Saat menahan beban, ada lebih banyak ruang di antara lantai dan lengkungan. Tekanan pun terletak di bagian depan dan tumit kaki. Pemilik high arch biasanya memiliki gerakan kaki yang cenderung menekuk ke bagian dalam sehingga disebut underpronation. Sepatu yang cocok bertipe neutral cushioning shoes sebab mempunyai bantalan yang dapat menyokong tumit dan sisi depan kaki.
3. Sesuaikan dengan medan
Bukan hanya elemen sepatu dan kaki yang perlu diketahui, tetapi juga medan yang akan digunakan. Pasalnya, tiap medan membutuhkan tipe sepatu yang berbeda. Pun tiap sepatu memiliki fungsi masing-masing yang dapat mencegah kaki kamu mengalami cedera.
Pertama, putuskan jalur mana yang akan kamu gunakan untuk berlari. Jika jalurnya berupa jalan raya atau trotoar, road shoes akan cocok. Sebab, sepatu ini akan memberikan peredam kejut untuk meminimalkan risiko cedera.
Jika kamu akan berlari di jalur alam yang lembut, sebaiknya menggunakan trail shoes dengan tapak yang dalam yang menawarkan cengkeraman dan dukungan pada pergelangan kaki yang lebih baik.
4. Perhitungkan berat badan sebelum memilih
Dalam memilih sepatu lari yang nyaman dan aman, kamu juga perlu mempertimbangkan berat badan. Sebab, sepatu yang mempunyai bantalan tebal akan sangat cocok untuk kamu yang overweight. Bantalan tersebut akan mencegah terjadinya cedera ketika digunakan untuk berlari sebab dapat meredam benturan antara kaki dan tanah.
Begitu pula ketika berat badan kamu normal, sebaiknya mencari sepatu dengan bantalan yang lebih tipis. Sebab, akan terasa ringan dan tidak memberatkan ketika dipakai untuk lari.
Jika kamu mengikuti langkah-langkah sederhana dalam memilih sepatu lari ini ketika membeli, bukan hanya mendapat pengalaman belanja yang menyenangkan tetapi juga akan memiliki sepatu yang sesuai dengan kebutuhan spesifik kamu. Tentunya, kegiatan lari pun akan terasa jauh lebih menyenangkan.